Sesaat di Solo

Posted: 5 Juni 2011 in COPS (Community of Pulsar Solo)

Jumat, 3 Juni 2011.
Jam 9 malam, tempat kopdar COPS di Cafedangan Manahan diserbu oleh om Rial, om Wenk, om Ade, om Yoyon, om Iman dan mbak Diana, seru….
Ternyata mereka dari pulang “kuliah” dari Jogja dan sampai Solo jam 5 sore. Istirahat di rumah mas Danang yang sekaligus kakaknya Damar, sekandung beda bentuk :p
Pada saat malam menjelang, sayangnya cuman om Wenk sama om Hansip yang tinggal di Solo…. ya sudahlah, kita doakan mereka yang memutuskan untuk menginap di Jogja selamat dalam perjalanan dan menyesal seumur hidup karena tidak mau nginep di Solo!!! wkwkwkwk….
Becandaan sama om Wenk dan om Hansip semakin malem semakin seru, sayangnya juga harus denger kabar ada salah satu penunggang PZZO, bro Moklet yang terjatuh di Monasco.
Langsung “mak deg” denger berita itu, belum ada satu minggu juga mas Yuli Freeloo terpeleset di Tawangmangu.
Hati-hati di jalan brader……. dalam kondisi normal saran seperti ini hanya dianggap angin lalu, tapi setelah “kejadian”, ini adalah saran yang sangat touching your heart. Kenapa selalu harus menunggu “kejadian” untuk mendengarkan saran orang lain??
Sebenarnya masih belum ngantuk, tapi jam sudah menunjukkan jam 2 pagi…. hihi…mari pulang!!!

Sabtu, 4 juni 2011.
Bangun jam 8:30, yang menurut adat istiadat orang Solo sudah sangat pagi!
Pagi yang cerah, langit biru dengan sedikit awan putih…. nice day untuk cari sarapan dengan om Wenk, om Ade, Damar dan mas Danang di Tawangmangu, dengan sopir mas Danang….wkwkwkwk
iya…naik Avanza, dan mas Danang ternyata seorang sopir yang kalem tidak bikin penumpangnya muntah-muntah, gak kaya Damar…😦
Menu sarapan pagi ini adalah sop buntut bu Ugi, selain sop ada juga pecel. Tidak usah diceritakan porsinya, tapi udara yang sejuk penuh dengan oksigen tersebut membuat banyak piring dan mangkok berjejal di meja makan kami.
Selesai makan enaknya naik dikit lagi nich, mumpung sang sopir juga nggak keberatan nyetir lebih jauh lagi, kalaupun dia gak mau nyetir dia bisa disuruh pulang naek bis Rukun Sayur…biar saya yang nyetir…wkwkwkwkwk…..
Cemoro Kandang lewat…..Cemoro Sewu lewat….. melewati jalan yang ada di photo RR Long Way Don-nya om Dono, sengaja kita nggak berhenti buat ikutan photo…. “ah itu sech pemandangan biasa om Don…..” :p
Masuklah kita ke telaga Sarangan di kabupaten Magetan….

Semula bingung mau ngapain di telaga ini, selain udara yang sejuk, yang ada cuman orang jualan dan air yang lagi melimpah ruahhh.
Berpikir bagaimana caranya menikmati air telaga ini, ada dua menu transportasi untuk mengelilingi telaga. Pertama dengan speedboat, cuman bayar Rp. 40.000,- sudah bisa pegang setir sendiri keliling telaga dan muat sampai 4-6 orang. Kedua dengan bebek, dari tahun 2010 bebek di telaga sarangan sudah dikasih mesin, bukan ngonthel kaya dulu. Hanya dengan Rp.40.000,- bisa dinaiki 2 orang dan asiknya semua itu masih bisa ditawar!
Akhirnya kami memilih bebek, mas Danang yang takut air gak mau ikut (#sambil nangis-nangis).

Ternyata potensi pariwisata di telaga Sarangan ini sudah dikelola dengan lumayan baik, semua jenis usaha di sini mempunyai paguyuban-nya masing-masing, juga dengan sistem koperasi. Cuman mungkin masih perlu adanya program dari pihak pengelola untuk mempromosikan potensi telaga Sarangan tersebut lebih gencar lagi.

RECOMEMDED!!!!
Setelah dicoba, dipikir-pikir dan dinikmati, pilihan kita untuk menggunakan bebek berkeliling telaga tidak salah. Bebeknya melaju pelan mengitari telaga, udara seger, dan kita bisa menikmati pemandangan dengan puas, sambil sesekali terombang-ambing gelombang, sangat cocok pula untuk pasangan bercinta….”anggap saja pak sopir obat nyamuk” kata om hansip.

ni bebek berat sebelah……

Dibanding menggunakan perahu cepat, karena saking cepatnya mungkin tidak ada yang dapat dinikmati selain andrenalin. Jadi kebayang mas Iman yang seneng mereng-mereng…. dia mungkin suka perahu cepat ini.

Speedboat yang udah dikorek.....wkwkwkwk

Ketemu sama mas Gendon dari Gresik….

Selesai dengan telaga Sarangan, belum lengkap rasanya kalau belum menikmati tempat nongkrong anak COPS di warung pak Amat, Cemoro Sewu.

Kopi, rokok, dan gorengan ala pak Amat Cemoro Sewu

ngobrol lagi bareng si celana pinky....

Hahahahaha…… semakin molor saja jadwal kepulangan om Wenk dan om Ade, tapi enak kan???
Setelah menikmati kopi panas dan tempe goreng akhirnya kita pulang. Sekali lagi kita tidur di mobil karena kenyang….grrrrr…..grokkk……grrrr…..grokkk…..

Woa…belum selesai sampai disini….
Sore menjelang malam hari setelah om wenk sama om Ade pulang, ada mas Wawan dari BPC Probolinggo yang ikutan merapat setelah sebelumnya kontak-kontakan lewat om Suud dan pak Yuli dari Jogja.

mas Wawan dari Bajaj Probolinggo Club

Tidak bisa menahan mas Wawan buat istirahat dulu di Solo meski perut sudah diisi terus tapi tetep saja dia nggak ngantuk. Jam 12 Malam terpaksa kita lepaskan mas Wawan untuk melanjutkan perjalanan ke Probolinggo…. Take care mas…. be carefull….

Komentar
  1. agsstwn mengatakan:

    Gyahahahaha…. mas Damar knapa tuuuh… ???

  2. adecahyapurnama mengatakan:

    edyaaaaaannnnnn…
    rencana jam 12 siang molor ampe jam 2 sore, eh, akhirnya jam 6 sore baru jalan..

    tunggu, aku kan datang lagi kesana..

  3. wenk mengatakan:

    Diculik yang mengasyikan…..:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s