Jalur maut Jogja – Semarang

Posted: 6 Februari 2012 in COPS (Community of Pulsar Solo), Uncategorized
Tag:, ,

Sudah jadi kebiasaan saban 2 minggu sekali pulang kampung dari kota tercinta Solo ke sebuah desa nan sejuk bernama Bedono di kecamatan Jambu, kabupaten Semarang. Sebuah desa yang terletak di ketinggian 711 dpl, 10km dari Ambarawa.

Stasiun Bedono, Negeri di Awan by Katon Bagaskara sampai Sang Pencerah..pernah take disini...

Desa yang merupakan puncak tertinggi yang dilewati oleh jalan utama antar kota Jogja – Semarang.
Sialnya jalan ini juga merupakan jalur yang dilewati semua kendaraan termasuk juga truk pasir yang beban muatannya melebihi tonase. Alhasil…setiap musim hujan tiba jalan berubah bentuk jadi gula kacang, penuh lobang jebakan betmen yang bisa bertambah setiap harinya.

Jalur mautnya di Muntilan sampai Semarang...

Kondisi terparah adalah di desa Ngampin, 3km menjelang kota Ambarawa dari Selatan, sampai di pertigaan Jogja Solo Semarang di Terminal Bawen.

ini jalur terparah.....hati-hati...😦

Begini setiap tahunnya, jalur tersebut selalu mendapat perbaikan menjelang lebaran, termasuk juga tahun ini. Namun beberapa bulan setelah lebaran, terlebih jika memasuki musim penghujan jalan tersebut kembali hancur…..siapa yang salah?
Ada beberapa tersangka disini….
1. Pengguna jalan yang membawa muatan berlebih seperti truk pasir.
2. Pemerintah, dalam hal ini Dinas pekerjaan Umum provinsi Jawa Tengah
3. Saya….yang tiap 2 minggu sekali lewat….  *sigh
Lingkaran permasalahan yang komplek kalau dilihat…….namun jika ditelusuri, ujungnya pasti kembali ke pemerintah.
SALAHKAN TRUK!!! ……dengan beban muatan yang nggak kira-kira.
Sebenarya pemerintah sudah membuat birokrasi untuk mengatasi/mengawasi kelebihan muatan di jalan ini dengan membuat jembatan timbang untuk angkutan barang. Jembatan timbang ini (reff. http://jembatantimbang.web.id) operasionalnya dikelola oleh Dinas Perhubungan dan Angkutan Jalan. Praktek di lapangan silahkan dinilai sendiri…..😀

Penduduk setempatpun protes........

SALAHKAN PEMERINTAH!!!….Penanggung jawab perbaikan dan pembuatan jalan baru di Indonesia adalah Dinas Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga (reff. http://www.pu.go.id).
Sering mendengar berbagai alasan yang dikemukakan ketika pihak terkait menjawab persoalan “jalan rusak”, yaitu kondisi tanah yang labil.
Apa iya seperti itu??
Saya bukan orang dengan ilmu sipil, namun saya bisa berpikir dengan logika, bahwa di atas tanah rawa saja bisa didirikan bangunan pencakar langit, masak iya bikin jalan aja susah??
Kecuali memang ada maksud lain dari perbaikan jalan yang rutin setiap tahunnya…….😀 tau sendiri kan??
Masyarakat sudah semakin pandai….saya sudah semakin bisa mikir…….sudah saat-nya bapak-bapak memperbaiki diri dan kinerja….😀 ya pak…kasihan..disumpahi orang mulu….

Bisa bikin velg benjolll.....

Semua kendaraan melambat....berani kenceng, velg taruhannya.

SALAHKAN SAYA!!!….yang tiap 2 minggu sekali lewat di jalur ini, jadi saya apal betul tiap lobang dan benjolannya, dan semakin miris karena terakhir lewat bukan hanya lobang, namun sudah menjadi sawah.
Di 3km sebelum Ambarawa, pas dikondisi jalan terparah, merupakan pusat jajanan srabi yang enak, tepatnya di desa Ngampin tersebut.

Sumpah!! serabinya ga kalah enak sama Notosuman.....

Biasanya dengan kondisi jalanan yang mulus, akan banyak pelancong yang  berhenti untuk sekedar melepas penat dan mencicipi kue Srabi, tapi dengan kondisi jalan yang parah ini…..sepertinya malas untuk berhenti……
Kalau begini siapa yang rugi???

Komentar
  1. ipanase mengatakan:

    aje gile,,,,,,,,,khas indonesia bangets,,,
    btw,,MOSOK srabine seenak notosuman,,,,???pas lagi lue bin laper kui,,opo2 enak
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/02/05/diy-mengganti-sendiri-air-filter-honda-vario/

  2. kmphlynx mengatakan:

    wuih… ada penampakan 806…!

    salam kenal, kang…😀

  3. jahe mengatakan:

    kemarin abis lewat yg pom bensin di foto terakhir..iya mau nyobain makan di sisi jalan ga enak lha debuuuu tebel gitu hmmm

  4. koko aja mengatakan:

    parah banget itu jalur… kalo dari semarang menuju jogja, aq lebih milih lewat jalur alternatif, semarang, boja, limbangan, bantir, sumowono, kandangan, temanggung, secang, magelang, muntilan, jogja… memang secara jarak akan terlihat lebih jauh, namun ternyata, hanya terpaut sedikit namun minim resiko kecelakaan di jalan…. ( tapi resikonya kecebur jurang…. hehehe yang penting ati2, jangan sampai terjadi kecelakaan… )

    Keep safety & rolling

    Koko
    Thunder Community
    Semarang Chapter

  5. kak saya rencanya pengen ke jogja dr semarang bawa motor sendiri. menurut kakak bahaya gak ya cewe bawa motor sendiri dgn keadaan jalan yg kaya gitu ? kebetulan saya jg bawa motornya gak suka ngebut, biasa aja hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s